71

 

 

 

 

72

 

 

 

 

 

 

 

73

 

 

 

 

 

 

74

 

 

 

 

 

 

75


bab 81

 

 

 

 

bab 82bab 83

BAB 9 agama dan masyarakat

Posted: 19 Januari 2013 in TUGAS campus

agama dan masyarakat 1agama dan masyarakat 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. 1.    Latar Belakang Masalah

Negara-negara yang sedang berkembang memerlukan begitu banyak hal  untuk mendukung perkembangan negara mereka. Negara-negara tersebut saling meningkatkan berbagai kemampuan mereka dalam segala aspek kehidupan masyarakat seperti pada aspek pertanian serta industri. Kemudian, selain itu mereka juga mengadakan investasi dalam aspek kesehatan masyarakat begitu pula dalam aspek pendidikan. Pengangkutan atau aspek transportasi-pun juga diperlukan, dan juga cara-cara komunikasi yang baru.

 

Dan saat ini, segala aspek kehidupan tersebut telah mampu berkembang dengan pesatnya, perkembangan tersebut beriringan pula dengan perkembangan masyarakat dari masyarakat yang tradisional menjadi masyarakat moderen, kemudian secara otomatis perkembangan tersebut menuntut masyarakat menuju kearah globalisasi. Penyebab utama yang paling terasa pada perubahan tersebut adalah pada aspek Teknologi Informasi, contoh paling sederhana tentang hal ini adalah bila pada masyarakat yang masih tradisional dahulu dalam pencapaian informasi dari jarak jauh memerlukan waktu yang begitu lamanya, karena saat itu masih menggunakan cara pengiriman pesan masih sederhana yaitu surat-menyurat, kemudian berkembang menjadi faksimile kemudian telepon dan sekarang pada tingkat yang lebih moderen telah muncul telepon genggam dalam beragam jenis dan fitur-fitur canggih yang mendominasinya.

 

Tentu kemajuan teknologi ini menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan umat manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Perubahan ini juga memberikan dampak yang begitu besar terhadap transformasi nilai-nilai yang ada di masyarakat. Khususnya masyarakat dengan budaya dan adat ketimuran seperti Indonesia. Saat ini, di Indonesia dapat kita saksikan begitu besar pengaruh kemajuan teknologi terhadap nilai-nilai kebudayaan yang di anut masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan (modernisasi). Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi baik yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat. Dan di akui atau tidak, perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya masyarakat pedesaan dengan segala image yang menjadi ciri khas mereka.

 

Dari penjelasan tentang Latar Belakang Masalah maka kelompok kami tertarik untuk memilih judul ‘Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Masyarakat’ yang diharapkan dapat berguna bagi pengembangan Ilmu Pengetahuan serta bermanfaat bagi pembaca.

 

  1. 2.    Tujuan penulisan
  • Mengetahui  pandangan teori kontemporer terkait dengan pengaruh teknologi
  • Mengetahui orientasi dari media massa terhadap perubahan sosial di masyarakat
  • Mengetahui peran dan fungsi dari media massa sebagai penunjang perubahan bagi masyarakat
  • Mengetahui teknologi terhadap perubahan sosial di masyarakat

 

  1. 3.    Sasaran

semua pihak yang menggunakan teknologi untuk kebutuhan sehari-harinya, dan menjadi kebutuhan umum untuk mendapatkan informasi atau kebutuhan yang lainnya.

 

 

BAB II

PERMASALAHAN

 

1. Dampak Positif

                  Dampak Positif dari munculnya Teknologi Informasi terhadap masyarakat adalah:

1. Kita dapat menyelesaikan pekerjaan sengan semakin mudah dibantu perangkat yang semakin berkembang dan praktis.

2. Kita mampu berkomunikasi dengan orang lain melalui fasilitas e-mail, chat, bahkan saling bertatapan hanya dengan melalui internet.

3. Munculnya berbagai jenis jejearing sosial dari adanya teknologi informasi.

4. Kita dapat dengan mudah untuk mencari informasi tentang suatu hal melalui internet.

5. Kita juga dimungkinkan untuk berbelanja melaui internet.

6. Seiring dengan berkembangnya teknologi informasi bahkan internet dapat kita akses di genggaman tangan kita sendiri, yaitu melalui handphone.

7. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia.

8. Media pertukaran data, para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.

9. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi.

10. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.

11. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan.

2. Dampak negatif

                  Dampak Negatif dari munculnya Teknologi Informasi terhadap masyarakat adalah:

1. Munculnya para penipu yang memanfaatkan internet.

2. Munculnya budaya plagiarisme.

3. Dengan mudahnya informasi di cetak ulang tanpa izin dari pemberi informasi atau tanpa menulis sumbernya. hal ini udah biasa kita sebut ‘copast’ copy paste.

4. Munculnya pornografi/konten konten dewasa.

5. Munculnya pencurian dengan mengambil/menghack.

6. Mungkin ini merupakan kesenangan atau kelebihan ilmu si pencuri namun tetap saja pencurian itu tidak dibenarkan.

7. Dengan semakin mudahnya berbelanja lewat internet kita dapat meningkatkan budaya konsumsi yang menimbulkan sifat boros dan tentu berefek tidak baik untuk kantong.

8. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu langsung.

9. Dari perubahan sifat sosial tersebut mengakibatkan pola perubahan pada interaksi.

10. Meluasnya perjudian.

11. Dengan jaringan yang tersedia penjudi tidak perlu ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya.

3. Analisis SWOT

Analisis permasalahan Dampak Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap  Perilaku Sosial Masyarakat dengan memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :

  1. 1.      Kekuatan (Strength)
  2. Kebutuhan komersial masyarakat meningkat terhadap teknologi
  3. Kebiasaan masyarakat yang membutuhkan informasi secara instan.
  4. Di dorongnya rasa percaya diri terhadap teknologi.
  5. Angan-angan yang ada di dalam teknologi

 

  1. 2.      Kelemahan (Weakness)
    1. Tehnologi dapat mengurangi kreativitas
    2. Ketergantungan pemakain teknologi yang terlalu aktaratif
    3. Antisocial Behavior  skm Dimana pengguna komputer tersebut tidak lagi peduli kepada lingkungan sosialnya dan cenderung mengutamakan komputer.
    4. Tidak adanya batasan teknologi

 

  1. 3.      Peluang (Opportunity)
    1. Pemenuhan rasa ingin tahu (need of curiousity);
    2. Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”
    3. Dapat memanfaatkan kebutuhan informasi
    4. Banyaknya layanan berbasis teknologi

 

  1. 4.      Tantangan/Hambatan (Threats)
    1. Kriminalitas meningkat
      1. Violence and Gore, Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan pada

komputer.

  1. Kesehatan yang kurang baik, Akibat radiasi dari teknologi.
  2. Banyaknya situs pornografi yang merusak mental.

 

 

BAB III

 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

 

 

1. Kesimpulan

Selain memberikan dampak-dampak positif yang sangat banyak, teknologi informasi juga memberikan dampak-dampak negatif, semisal : munculnya situs-situs porno(pornografi), meningkatnya plagiatisme, mengurangi sifat sosial manusia karena lebih cenderung menggunakan internet dari pada bertemu secara langsung, akibatnya terjadi perubahan interaksi sosial, serta meluasnya perjudian.

 

2. Rekomendasi

  1. Kebutuhan informasi yang meningkat harus di imbangi dengan pemakaian teknologi yang seimbang dan informasi yang fakta.
  2. Antisocial behavior dapat ditanggulangi dengan menciptakan kesadaran dari diri sendiri akan dampak buruk dari antisocial behavior dan mulai memperbanyak kegiatan di luar rumah dengan keuarga atau teman-teman, seperti olahraga bersama, traveling, hang out bersama teman, dll. Dengan begitu seseorang akan merasakan bahwa sosialisasi dengan sesamanya merupakan suatu kebutuhannya selain kebutuhannya akan komputer.
  3. Pemenuhan rasa ingin tahu (need of curiousity), dengan pemakaian teknologi yang baik dan benar dapat memenuhi rasa keingin tahuan anda.
  4. Solusi untuk meminimalisasi dampak dari pornografi tersebut tidak jauh berbeda dengan solusi untuk meminimalisasi dampak negatif dari kekejaman dan kesadisan. Dalam hal ini, Pertama-tama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan computer dan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan computer dan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaannya. Selanjutnya orang tua harus dapat mengontrol dan memantau sejauh mana penggunaan komputer dan internet pada anak-anaknya.

 

Referensi

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Perubahan sosial yang bergerak melalui rekayasa sosial harus diawali dengan perubahan cara berpikir. Tidak akan mungkin perubahan dapat terjadi jika manusia masih terjebak dalam pola pikir yang salah. Perubahan sosial juga berpotensi menimbulkan krisis. Orang yang tidak siap dengan perubahan, yakni golongan orang yang sudah merasa nyaman dengan kondisinya saat ini cenderung bersikap antipati terhadap perubahan. makna dari rekayasa sosial yang sebenarnya dapat dengan mudah kita temukan dikehidupan sehari-hari.

Rekayasa Sosial, pengertiannya adalah campur tangan sebuah gerakan ilmiah dari visi ideal tertentu yang ditujukan untuk mempengaruhi perubahan sosial.

Latar belakang dari hal ini adalah:

•  Ada ketegangan dari masalah sosial

•  Ada energi atau visi ideal yang menuntut pelibatan sentimen

•  Ada objek masalah yang bisa diamati dan berpotensial untuk diselesaikan

 

  1. Tujuan
  • Dapat merubah perilaku individual
  • Dapat merubah set soaial
  • Dapat mempertinggi martabat umat
  • Memahami penyebab masalah sosial
  •  Mengerti inti masalah sosial
  1. Sasaran
  • Sasaran akhir; berupa korban atau lembaga-lembaga yang merusak.
  • Sasaran antara; seperti masyarakat/pemerintah, bisnis, atau profesi.


BAB II

 PERMASALAHAN

Analisis permasalahan Social Engineering (Rekayasa Sosial) dengan memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :

  1. 1.      Kekuatan (Strength)
  2. Saluran (channel)

Media untuk menyampaikan pengaruh dan respon dari setiap pelaku perubahan ke sasaran perubahan.

  1. Sasaran perubahan (Change target)

Individu, kelompok atau lembaga yang ditunjuk sebagai sasaran upaya perubahan

  1. Strategi perubahan

Teknik utama yang diterapkan oleh pelaku perubahan untuk menimbulkan dampak pada sasaran perubahan.

  1. Sang pelaku (Change of agency)

Organisasi yang misi utamanya memajukan sebab sosial

  1. 2.      Kelemahan (Weakness)
  2.  Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
  3. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat.
  4. Prasangka terhadap hal-hal yang baru.
  5. Hambatan ideologis.
  1. 3.      Peluang (Opportunity)
    1. Ideas

pandangan hidup, pandangan dunia dan nilai-nilai

  1. Great People

perubahan sosial terjadi atas kelahiran-kelahiran manusia besar di zamannya yang dapat menarik simpati dari massa

  1. Social Movement

Perubahan terjadi karena pergerakan massa yang menuntut terjadinya perubahan.

  1. Tokoh-tokoh besar (the great individuals)

yang seringkali disebut sebagai heroes (pahlawan).

  1. 4.      Tantangan/Hambatan (Threats)
    1. Dapat merubah perilaku individual
    2. Ketidakserasian perubahan-perubahan dan ketertinggalan budaya (cultural lag)
    3.  c.             Terpaksa berubah karena terjadinya perubahan dalam lingkungan
    4.  d.  mudah terjadi pertentangan yang dapat menimbulkan kegoncangan sosial.

BAB III 

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

 

1. Kesimpulan

  1. kekuatan / kepintaran teknologi menjadi sasaran alat untuk membuat rekayasa  sosial
  2. Masyarakat menginginkan adanya perubahan sosial kearah yang lebih baik sehingga perubahan sosial harus dapat dilakukan secara berkesinambungan dan terencana
  3. Perubahan yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, tetapi dapat juga   menuju ke arah kemunduran
  4. Pendidikan merupakan salah satu faktor yang bisa mengukur tingkat kemajuan sebuahmasyarakat

 

2. Rekomendasi

  1. Harus ada keinginan dari masyarakat banyak untuk mengadakan perubahan. Maksudnya adalah bahwa di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas terhadap keadaan dan harus ada keinginan untuk mencapai keadaan yang lebih baik.
  2. Ada seorang pemimpin atau sekelompok orang yang mampu memimpin masyarakat untuk mengadakan perubahan.
  3. Ada tujuan konkret yang dapat dicapai. Artinya, tujuan itu dapat dilihat oleh masyarakat dan dilengkapi oleh suatu ideologi tertentu.
  4. Harus ada momentum yang tepat untuk mengadakan revolusi, yaitu saat di mana keadaan sudah tepat dan baik untuk mengadakan suatu gerakan.

 

Referensi

http://aliengalau.blogspot.com/2012/05/analisis-sosial-dan-rekayasa-sosial.html

http://auliayoel.blogspot.com/2011/12/perubahan-sosial-dan-kebudayaan.html

http://www.scribd.com/doc/29236348/Makalah-Perubahan-Sosial-Budaya

 

 

 


BAB 10 PICTURE

Gambar  —  Posted: 19 Januari 2013 in TUGAS campus

kelompok sosial anak punk

Posted: 19 Oktober 2012 in TUGAS campus

BAB 1

PENDAHULUAN

 1.    LATAR BELAKANG

Komunitas anak punk adalah sebuah fenomena sosial yang tengah mewabah di seluruh kota-kota besar di Indonesia. Mereka berada di pusat-pusat kota dengan penampilannya yang ekstrim. Rambut mohawk ala suku Indian (rambut paku) dengan warna-warni yang terang/menyolok, sepatu boots, rantai dan spike (gelang berduri), body piercing (tindik), jaket kulit, celana jeans ketat, baju yang lusuh, atau t-shirt hitam, membuat setiap mata yang memandang merasa ganjil, curiga dan menyeramkan.

Berbagai kesan dan stigma negatif masyarakat ditujukan terhadap komunitas anak muda ini. Mereka dianggap kriminal, preman, brandal, perusuh, pemabuk, pengobat, urakan, dan orang-orang yang dianggap berbahaya. Hampir di setiap kota, keberadaan komunitas anak punk dipandang sebagai masalah yang meresahkan, sehingga upaya merazia mereka dilakukan dimana-mana dengan alasan mengganggu ketertiban umum.

Kini jumlahnya semakin bertambah. Menurutnya, kebanyakan anak punk ini memang terlalu mengikuti model dan gaya hidup yang bebas. Mereka ingin menjalani hidup tanpa ikatan dan aturan. Anak punk juga dianggap memilih jalan hidup dan prinsip yang salah dan berbeda dari manusia pada umumnya. Ketika pemerintah akan membina mereka supaya kembali ke jalan yang benar, anak punk ini tak mendengarkan perkataan orang tua, guru, dan nasehat dari orang lain.

kehidupan anak punk banyak di malam hari. Mereka pulang ke rumah siang dan tidur. Saat malam tiba, mereka pun ke luar dari rumah bersama-sama temannya. Ada keanehan yang dialami gerombolan punk. Mereka tak bekerja, tapi ada uang. Bahkan pulsa handphone selalu ada. ”Saya juga jadi bingung dari mana mereka dapat duit.”

keberadaan anak-anak pengamen di pinggir jalan bergaya aliran musik punk, bukti salah pembinaan orang tua. Anak-anak itu bukan kalangan orang susah, cuma saja salah pembinaan dari para orang tua mereka masing-masing. Kalangan orang tua, sebaiknya melakukan pembinaan anak-anaknya agar jangan terlalu bebas dan menjadi pengamen dipinggir-pinggir jalan, kurang baik dari pandangan orang asing. Kalau cara demikian terus menerus terjadi di pinggir jalan sebagai pengamen dan jauh dari kontrol orang tua, lama-lama bisa terarah ke sifat negatif. Mereka harus dibina agar mereka nantinya hidup layak dan tidak menjadi pemuda nakal masa akan datang.

Berdasarkan pernyataan di atas, keberadaan anak punk yang mengamen ini merupakan masalah yang bisa berakibat negatif dan perlu pembinaan, baik dari orang tua maupun pemerintah (Depsos).

Pernyataan lainnya, bahwa mereka bukan dari kalangan orang susah, ada benarnya. Kenyataannya saat ini, komunitas anak punk berasal dari berbagai kalangan. Sebagian anak punk berasal dari keluarga mampu, bahkan ada dari keluarga pejabat. Di sinilah muncul sebuah pertanyaan yang perlu dicermati. Jika memang mereka orang mampu, mengapa sampai turun ke jalanan. Apa yang melatarbelakanginya ? atau apa sesungguhnya yang mereka cari ?. Jawabannya bisa karena berbagai alasan, namun ini bisa juga menjadi salah satu alasan kita untuk memahami eksistensi punk yang sebenarnya.

Komunitas yang satu ini memang sangat berbeda dan unik. Komunitas anak punk merupakan bagian dari kehidupan dunia underground. Mereka tidak hanya sekedar sekelompok anak muda dengan busana yang ekstrim, hidup di jalanan dan musik yang keras, tetapi yang mendasar adalah mereka mempunyai ideologi politik dan sosial. Kehadiran mereka adalah perlawanan terhadap kondisi politik, sosial dan budaya yang ada dalam masyarakat.

Salah satunya, seperti terlihat pada pesan politik yang dicoretkan anak punk Bandung di tembok kantor di simpang Jl. Merdeka dan Jl. R.E. Martadinata, “Bubarkan Negara” , “Pemerintah = Racun” , “Negara = Racun”, dan “Keraskan Kepala”. Pesan-pesan yang mengerikan, seperti pernah digulirkan Carl Marx, yang membuat bulu kuduk berdiri.

Mereka akan terus berjuang dan mengobarkan slogan, ”punk not dead”. Punk tidak mati. Punk akan selalu hidup selama politik ada di muka bumi ini. Punk akan hidup selama penindasan belum berakhir. Selama ada kesenjangan dalam masyarakat, ketidakadilan, pengekangan kreativitas, perampasan hak-hak, punk akan tetap ada. Inilah prinsip yang akan selalu dipegang teguh oleh para punker sejati.

Barangkali karena slogan tersebut komunitas punk terus berkembang dari hari ke hari. Di Indonesia sendiri, perkembangan komunitas punk yang mulai marak pada pertengahan tahun 90-an mencatat prestasi yang luar biasa. Konon komunitas punk di Indonesia merupakan komunitas dengan populasi terbesar di dunia. Profane Existence, sebuah fanzine asal Amerika menulis negara dengan perkembangan punk yang menempati peringkat teratas di muka bumi adalah Indonesia dan Bulgaria.

Dari uraian di atas, rasanya sudah saatnya kita semua memberi perhatian bagi komunitas yang sedang melanda bangsa ini. Sekarang marilah kita sedikit pahami mengenai komunitas punk tersebut, agar kita sama-sama mengerti akan keberadaan dan sepak terjangnya.

2.    Tujuan penelitian

  1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu sosial dasar
  2. Mengetahui konsep diri anggota komunitas punk
  3. Menambah wawasan tentang pengertian dan gaya hidup anak punk
  4. Untuk menambah wawasan dalam menghadapi kelompok sosial dalam masyarakat.
  5. Mengenal lebih dekat komunitas “Punk”.
  6. Mengidentifikasi kebutuhan (needs) komunitas “Punk”.

3.    Sasaran penelitian

Semua pihak untuk merangkul generasi muda agar keriminalitas dan pergaulan yang salah tidak akan terjadi. Dan bangsa ini menjadi bangsa yang tentram dan aman. Sehingga anak mudanya pun berubah menjadi positiv dan berprestasi.

BAB II

PERMASALAHAN

 

Analisis permasalahan Kelompok sosial anak punk dengan memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :

1.      Kekuatan (Strength)

1. Adanya rasa frustasi

Karena adanya permasalahan yang tidak di ceritakan (hanya di pendam) akan menjadi tertekanan hati sendiri, sehingga menjadi frustasi dan berusaha untuk melupakan permasalahan tersebut dengan cara yang salah.

2. Penampilan ghotik

Faktor penampilan ini salah satu kekutan mereka, dengan gaya ghotik, pakaian hitam, rambut mohak dan tindikan di mana-mana. Membuat mereka terlihat sangar dan di segani.

3. Tidak ada hukuman pidana

Tidak adanya hukuman di karenakan komunitas anak punk ini sebagai seni, bukan kejahatan.

4. Adanya pengaruh obat-obatan dan alkohol

Obat-obatan dan alkohol ini yang membuat mereka tampil percaya diri dan berani.

2.      Kelemahan (Weakness)

1. Ketidak pedulian

Karena mereka merasa tidak adanya perhatian dan kepedulian masayarakat dan keluarga.

2. Tidak adanya rasa cinta dan kasih sayank

Kelemahan ini faktor utama kelemahan anak punk karena menurut mereka cinta itu sudah tiada. Karena sebagian anak punk kurangnya perhatian dan rasa kasih sayank.

Stigma masyarakat

Stigma yang negativ membuat mereka lemah dan membenci sehingga menjadi sifat anarki.

  1. Kelemahan pendidikan

Pendidikan merka yang kurang sehingga mereka tidak mengerti apa-apa.

  1. 3.      Peluang (Opportunity)
    1. Adanya budaya barat

Budaya barat yang salah dan negativ mebuat banyaknya kesalah fahaman pergaulan.

  1. Adanya musik-musik yang beraliran keras

Musik sebagai ciri ekspresi diri, musik yang beraliran keras adalah ciri fisik yang mempunyai gaya punk.

  1. Broken home

Adanya masalah dalam suatu keluarga, dapat menjadi dorongan untuk berbuat negativ dan  bergaul yang salah.

d. Faktor lingkungan

Lingkungan sekitar dapat mempengaruhi kehidupan masing-masing orang. Sehingga baik ataw buruknya lingkungan sangat menjadi peran penting dalam kehidupan sehari-hari.

  1. 4.      Tantangan/Hambatan (Threats)
  2. Di kerjar-kejar satpol pp

Kelompok ini sangat rawan di kejar-kejar satpol pp karena penampilan yang berandal dan membuat masayarakat resah.

  1. Di tangkap polisi

Karena meresahkan masyarakat anak punk sering kali berurusan dengan polisi, polisi menangkap anak punk agar di didik di bina agar menjadi pemuda yang berbudi pekerti yang luhur.

  1. Adanya menghujat diri mereka

Sikap menghujat dari masyarakat menjadi tantangan batin diri mereka.

  1. Jauh dari keluarga

Jauh dari keluarga dan tidak adanya rasa kasih sayank mebuat mereka merasa sebatang kara.

BAB III

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

1. Kesimpulan

a. kekuatan yang mendorong mereka menjadi punk karena berbagai macam faktor, seperti : faktor budaya, keluarga, dan lingkungan.

b. gaya mereka yang berciri khas ghotik dan aliran musik merek keras. Itu bagian dari expresi diri.

c. stigma yang memojokan mereka membuat mereka geram dan benci terhaap lingkungannya, sehingga menjadi anarki dan dapat meresahkan masyarakat.

d. anak punk adalah generasi muda yang harus di didik agar menorehkan prestasi bangsa

 

2. Rekomendasi

  1. Pendidkan sedini mungkin agar anak-anak generasi bangasa tidak menjadi salah pergaulan.
  2. Gemblengan ke pada anak punk agar bersosialisasi secara positif
  3. Wadah atau tempat berkumpul di siapkan bahan pembelajaran agar dapat berkreatifitas
  4. Beri penghargaan bagi anak-anak punk yang berprestasi, agar anak-anak punk yang lain bangga dan bisa mengikuti prestasi.